Kamis, 12 September 2013

JURNAL - PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN SMALL GROUP DISCUSSION DAN TEAM GAMES TOURNAMENT



PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN SMALL GROUP DISCUSSION DAN TEAM GAMES   TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS
DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI AKUNTANSI  
SMK TELADAN SUMATERA UTARA-1 T.P. 2013/2014

Jeperson Pardede
FE UNIMED. Jl. W. Iskandar Psr V, Medan 20221- Indonesia

ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI Akuntansi SMK Teladan Sumatera Utara-1 TP 2013/2014 melalui penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament.
            Penelitian ini dilaksanakan di SMK Teladan Sumatera Utara-1 pada semester ganjil TP 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntansi yang berjumlah 38 orang. Objek penelitian ini adalah kolaborasi model pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament, Aktivitas Belajar, dan Hasil Belajar Akuntansi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi dan tes hasil belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif.
            Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase aktivitas belajar siswa sebesar 42,11 %, dari siklus I hanya 15 siswa atau 39,47% siswa yang termasuk dalam kriteria aktif dan pada siklus II meningkat menjadi 31 siswa atau 81,58% siswa termasuk dalam kriteria aktif. Hasil belajar siswa yang telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ≥80 mengalami peningkatan sebesar 21,05%, dari siklus I hanya 26 siswa atau 68,42% siswa yang dinyatakan kompeten dan  pada siklus II meningkat menjadi 34 siswa atau 89,47% siswa yang dinyatakan kompeten. Uji kesamaan dua rata-rata menunjukkan ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antar siklus yang signifikan, dimana diperoleh  thitung 4,704 > ttabel 2,026  pada dk = n – 1 (37) dan taraf signifikansi 5%.
            Dapat disimpulkan bahwa kolaborasi Model Pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament pada standar kompetensi Mengelola Penagihan Piutang (D11) di kelas XI Akuntansi SMK Teladan Sumatera Utara-1 TP 2013/2014 dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Kata kunci : Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, dan Kolaborasi Model   Pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament.


PENDAHULUAN
Manusia adalah mahkluk belajar (learning human). Sejak lahir manusia mulai belajar  mengenal lingkungannya, memahami dirinya sendiri, dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Melalui pendidikan manusia belajar dan diarahkan untuk menemukan dan menggali potensi tersebut, memahami nilai-nilai sosial dan  spiritual keagamaan, mengendalikan dirinya sendiri, serta mengembangkan keterampilannya, dengan harapan kelak manusia dapat mensejahterakan dirinya sendiri, serta bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara serta mampu menjawab dan menghadapi tantangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa yang akan datang. Hal tersebut sejalan dengan  visi pendidikan nasional yang digariskan dalam Undang-undang Dasar Republik Indonesia Alinea ke-4.
Guru merupakan salah satu faktor penting yang sangat berperan dalam memajukan dunia pendidikan. Ditengah paradigma pembelajaran yang berkembang saat ini (Student Centered Learning), yang mulai beranjak meninggalkan paradigma pembelajaran lama (Teacher Centered Learning), guru dituntut harus terus belajar, kreatif dalam mengembangkan diri, serta terus-menerus menyesuaikan  pengetahuan dan cara mengajar mereka dengan penemuan baru dalam dunia pendidikan, psikologi, dan ilmu pengetahuan  serta mengembangkan kompetensinya. Guru harus mampu menemukan dan mengembangkan potensi siswanya untuk menjadi manusia yang memiliki fokus atau tujuan serta berguna. Karena pada hakikatnya proses pendidikan bukan mendikte siswa untuk menjadi sesuatu (how to be),  tetapi menjadikan siswa untuk menjadi sesuatu (how to become).
Menurut Slameto (2010:64) untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang baik dan berhasil seorang guru harus mampu “1. Menerapkan model, metode, dan teknik pembelajaran. 2.Mengembangkan kurikulum dan perangkat pembelajaran, dan 3. Mampu menciptakan interaksi edukatif dengan siswanya”.
Jika melihat secara nyata proses pembelajaran di SMK Teladan Sumatera Utara-1, hal tersebut diatas  jauh berbeda. Idealnya proses pembelajaran yang seharusnya sarat akan interaksi edukasi antara guru dan siswa, aktivitas, kreatifitas, inovasi, dan ide-ide cemerlang justru tidak terlihat. Dari observasi yang dilakukan penulis terlihat bahwa metode pembelajaran yang digunakan guru cenderung monoton dan tidak bervariasi. Setiap hari siswa dibebani dengan mencatat, menghapal, mendengar ceramah, dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru. Hal ini diduga menyebabkan pembelajaran yang terjadi di kelas sangat kaku, pasif, kurang memberi ruang gerak bagi siswa untuk mengembangkan kretifitas intelejensinya. Selain itu, proses pembelajaran masih menempatkan guru sebagai subjek pembelajaran di dalam kelas, sehingga pembelajaran menjadi membosankan, siswa sering mengantuk, menghayal, kurang tertarik dalam proses pembelajaran, takut bertanya, tidak memahami mata pelajaran akuntansi dengan baik, dan cenderung pasif di dalam kelas.
Hasil belajar akuntansi siswa masih sangat rendah dan jauh berada dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Nilai atau kriteria yang menentukan siswa tersebut kompeten atau tidak dalam mata pelajaran akuntansi yaitu 80.  Jumlah siswa yang dinyatakan kompeten sebanyak 13 orang pada KD 1, 15 orang pada KD 2 dan KD 3, selebihnya belum mencapi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah.
Untuk mengatasi masalah diatas, penulis mencoba melakukan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari beberapa siklus tindakan yang terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan  refleksi. Penelitian yang dilakukan adalah dengan menerapkan kolaborasi model pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament yang diharapkan  dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa di SMK Teladan Sumatera Utara-1.
Model pembelajaran Small Group Discussion merupakan model pembelajaran diskusi yang membagi siswa dalam kelompok kecil untuk berdiskusi secara aktif dalam memecahkan masalah serta mencari jawaban atau solusi dari masalah tersebut. Dengan seringnya siswa menyelesaikan suatu permasalahan, memperoleh temuan atau jawaban dari masalah tersebut, maka siswa akan terbiasa berinkuiri atau berpikir ilmiah dalam menyelesaikan soal dan topik masalah yang diberikan guru, sesuai dengan konsep pelajaran yang telah terbuntuk dan tertanam dalam pikiran peserta didik.
Model pembelajaran Team Games Tournament merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran Team Games Tournament merupakan model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, dimana siswa aktif terlibat dalam proses pembelajaran melalui permainan dan turnamen. Dengan adanya permainan dan turnamen tersebut, siswa akan terus aktif untuk berlomba menjadi pemenang permainan dan turnamen setiap minggunya.

RUMUSAN MASALAH
Apakah penerapan kolaborasi Model Pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament dapat meningkatkan aktivitas belajar akuntansi siswa kelas XI Akuntansi SMK Teladan Sumatera Utara-1 TP 2013/2014?. Apakah penerapan kolaborasi Model Pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI Akuntansi SMK Teladan Sumatera Utara-1 TP 2013/2014?. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara siklus I dan siklus II setelah menerapkan kolaborasi model pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament?

TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar Akuntansi siswa kelas XI Akuntansi SMK Teladan Sumatera Utara-1 TP 2013/2014 melalui penerapan kolaborasi Model Pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Akuntansi siswa kelas XI Akuntansi SMK Teladan Sumatera Utara-1 TP 2013/2014 melalui penerapan kolaborasi Model Pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament.Untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar akuntansi siswa antara siklus I dan siklus II setelah menerapkan kolaborasi model pembelajaran Small Group Discussion dengan Team Games Tournament.

METODE
            Penelitian ini dilaksanakan di SMK Teladan Sumatera Utara-1 pada semester ganjil TP 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntansi yang berjumlah 38 orang. Objek penelitian ini adalah kolaborasi model pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament, Aktivitas Belajar, dan Hasil Belajar Akuntansi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi dan tes hasil belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif.
Siklus pertama dimulai dengan Guru memberikan pre-test kepada siswa. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran, menyampaikan kompetensi, tujuan pembelajaran, memberikan apersepsi atau motivasi kemudian menjelaskan materi pelajaran secara jelas. Guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil (small group) yang beranggotakan 4-5 orang secara heterogen.
Guru memberikan topik masalah/pelajaran yang akan didiskusikan dan lembar kerja siswa kepada kelompok.Diskusi kelompok.
Melaporkan hasil diskusi. Tanya-jawab antar kelompok. Mencatat hasil diskusi. Games melalui kartu soal bernomor Guru mengadakan turnamen antar kelompok setiap minggu. Guru memberikan Post-Test 1 kepada siswa dan menutup pelajaran. Hasil siklus pertama dievaluasi dan dibuat refleksinya untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan. Hasil refleksi digunakan untuk merencanakan tahap lanjutan pada siklus kedua.
Siklus kedua tetap dilakukan dengan cara yang sama, tetapi guru lebih banyak melakukan variasi pembelajaran seperti memilih ketua dan sekretaris kelompok. dan pada sesi tanya-jawab, setiap kelompok penanya wajib menunjuk anggota kemlompok yang menjawab pertanyaan, sehingga setiap orang mempunyai kesempatan untuk menjawab pertanyaan. Pada akhir pembelajaran guru memberikan soal postes 2. Dari hasil tersebut direfleksikan untuk mengetahui besar peningkatan antar-siklus.
Instrumen-instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a.    Instrumen untuk menilai aktivitas siswa menggunakan lembar penilaian aktivitas.
b.    Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar berbentuk essay test.

HASIL DAN PEMBAHASAN
1.        Aktivitas Belajar
Berdasarkan indikator keberhasilan aktivitas belajar siswa, siswa dikatakan aktif jika skor aktivitas yang diperolehnya ≥23 dan kelas dikatakan aktif apabila persentase keaktifan kelas yang diperoleh yaitu ≥60%.
Tabel 4.1
Hasil Pengamatan Aktivitas Belajar Siswa Kelas XI Akuntansi 
Pada Siklus I dan II
Siklus
Sangat Aktif
Aktif
Cukup Aktif
Kurang Aktif
Tidak Aktif
Jlh.  Siswa
%
Jlh.  Sis
wa
%
Jlh.  Sis
wa
%
Jlh.  Sis
wa
%
Jlh.  Siswa
%
I
6
15,79
9
23,68
10
26,32
8
21,05
5
13,16
II
17
44,74
14
36,84
5
13,15
2
5,26
0
0
Peningkatan atau Penurunan
+11
+28,95
+5
+13,16
-5
-13,17
-6
-15,79
-5
-13,16


Berdasarkan hasil observasi peningkatan persentase aktivitas belajar siswa sebesar 42,11 %, dari siklus I hanya 15 siswa atau 39,47% siswa yang termasuk dalam kriteria aktif dan pada siklus II meningkat menjadi 31 siswa atau 81,58% siswa termasuk dalam kriteria aktif.

2.        Hasil Belajar Akuntansi Siswa
Berdasarkan indikator keberhasilan tindakan, siswa dikatakan kompeten atau tuntas jika siswa memperoleh nilai ≥80. Kelas dikatakan mencapai ketuntasan klasikal  jika ≥85% siswa  mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).


Tabel 4.2
Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI Akuntansi Pada Siklus I dan II
No.
Jenis Tes
Nilai
Rata-rata
Kompeten
Tidak Kompeten
Jumlah siswa
%
Jumlah siswa
%
1.
Pre test
73,03
18
47,36
20
52,64
2.
Post test Siklus I
81,18
26
68,42
12
31,58
3.
Post test Siklus  II
85,39
34
89,47
4
10,53



Hasil belajar siswa yang telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ≥80 mengalami peningkatan sebesar 21,05%, dari siklus I hanya 26 siswa atau 68,42% siswa yang dinyatakan kompeten dan  pada siklus II meningkat menjadi 34 siswa atau 89,47% siswa yang dinyatakan kompeten.

3.        Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar siswa
Uji kesamaan dua rata-rata dengan menggunakan uji-t untuk sampel berpasangan (paired t test sample) menunjukkan ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antar siklus yang signifikan, dimana diperoleh  thitung 4,704 > ttabel 2,026  pada dk = n – 1 (37) dan taraf signifikansi 5%.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan: Penerapan kolaborasi Model Pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament dapat meningkatkan aktivitas belajar Akuntansi siswa kelas XI di SMK Teladan Sumatera Utara-1 Tahun Pembelajaran 2013/2014, dimana pada siklus I persentase aktivitas belajar siswa sebesar 39,47% atau 15 siswa yang aktif dalam proses pembelajaran dan  pada siklus II sebesar 81,58% atau 31 siswa yang aktif dalam proses pembelajaran. Hal tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 42,11%.
Penerapan kolaborasi Model Pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament pada standar kompetensi Mengelola Penagihan Piutang (D11) dapat meningkatkan hasil belajar Akuntansi siswa kelas XI Akuntansi SMK Teladan Sumatera Utara-1 Tahun Pembelajaran 2013/2014, diman pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 68,42% atau 26 siswa dinyatakan kompeten dan pada siklus II ketuntasan klasikal sebesar 89,47%  atau 34 siswa dinyatakan kompeten. Hal tersebut menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 21,05%.
Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar akuntansi siswa antar siklus yang signifikan dan positif antara siklus I dan siklus II setelah menerapkan kolaborasi model pembelajaran Small Group Discussion dan Team Games Tournament. Hal ini dapat dilihat dari hasil Uji Kesamaan Dua Rata-rata yang dilakukan, dimana diperoleh nilai thitung 4,704 > ttabel 2,026.

DAFTAR PUSTAKA
Aqib, Zainal. 2010. Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru SD, SLB, dan TK. Bandung: Yrama Widya
Bloom, Benjamin S. 1956. The Taxonomy of Education Objectives. Dalam Makmun, Abin Syamsudin. 2005. Psikologi Kependidikan Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Darmin. 2011. Penggunaan Metode Diskusi. Bandung: Perpustakaan Digital UPI (diakses tanggal 1 Maret)
Djamarah, Syaiful, dan Aswai Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Djakman, Chaerul, dkk. 2011. Pengantar Akuntasi Adaptasi Indonesia Buku I. Jakarta : Salemba Empat.
Gulo, W. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Hamalik, Oemar. 2009. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.
Istarani. 2011. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada.
Jaya, Indra. 2010. Statistik Penelitian Untuk Pendidikan. Bandung. : Cita Pustaka
Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembang Profesi Guru. Jakarta : Rajawali Pers
Mulyatiningsih, Endang.2011. Metode Penelitian Terapan bidang pendidikan. Bandung : CV. Alfabeta.

Sanjaya, Wina. 2012. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Kencana.

Sardiman M.A. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rajawali Pers.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Suryosubroto. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta.
Sugiyono.2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : Alfabeta.
Sudjana.2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Widoyoko, Eko Putro. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar