Kamis, 12 September 2013

JURNAL - KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN GROUP INVESTIGATION



PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN
AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA
KELAS XI AK 1 SMK NEGERI 1 DOLOKSANGGUL
TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014

Sabrina Marike Simanullang
FE UNIMED, Jl. W. Iskandar Psr V, Medan 20221, Indonesia

Abstrak 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan penerapan kolaborasi model pembelajaran Problem Based Learning dan Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa di kelas XI AK 1 SMK Negeri 1 Doloksanggul Tahun Pembelajaran 2013/2014.
    Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Doloksanggul dengan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AK 1 yang berjumlah 37 orang. Objek dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning dan Group Investigation. Penelitian dilakukan berdasarkan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus.
Berdasarkan hasil analisis pada siklus I diperoleh hasil belajar yaitu 37,84% siswa memenuhi ketuntasan dengan nilai rata-rata 64,19 akan tetapi belum mencapai indikator keberhasilan yaitu 75. Oleh karena itu penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II diperoleh hasil belajar yaitu 81,08% siswa memenuhi ketuntasan dengan nilai rata-rata 80,14 yang berarti telah melampaui indikator keberhasilan sehingga penelitian berhenti di siklus II. Begitu juga dari lembar observasi aktivitas siswa menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 51,35%. Pada siklus I diperoleh hasil 29,73% siswa masuk dalam kategori aktif dan pada siklus II diperoleh hasil 81,08% siswa masuk dalam kategori aktif.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan kolaborasi model pembelajaran Problem Based Learning dan Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siwa di kelas XI AK 1 SMK Negeri 1 Doloksanggul T.P 2013/2014.

Kata Kunci   : Model Pembelajaran Problem Based Learning, Group Investigation, Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi

Abstract

The problem of this research is low level of students’ activities and accounting study result. This research is aimed to overview  application of collaboration Problem Based Learning Learning Model and Group Investigation to increase activities and accounting study result in class XI AK 1 SMK Negeri 1 Doloksanggul for 2013/2014 Academic Year.
    This research is implemented at SMK Negeri 1 Doloksanggul with the subject of this research in XI AK 1 is 37 students. This research is managed by Penelitian Tindakan Kelas (PTK) approach.
Based on the analysis from First Phase Cycle, it resulted that 37,84 percent students get an average point of 64,19 which is not the ideal achievement indicator point with average point of 75. Therefore, the result is continued to Second Phase Cycle. The result achieved from Second Phase Cycle is 81,08 percent of students’ study result  get an average point of 80,14 which already exceed the ideal achievement indicator, so the research stops at this phase. Observation assessment of students’ activities also shows 51,35 percent improvement of students’ study activities from First Phase Cycle to Second Phase Cycle. At First Phase Cycle is resulted 29,73% students including in active category while in Second Phase Cycle is resulted 81,08% students including in active category.
The research shows that through the implementation of collaboration Problem Based Learning Learning Model and Group Investigation to increase the student’s learning activities and accounting study result in class XI AK 1 SMK Negeri 1 Students for 2013/2014 Academic Year.


Keyword      : Problem Based Learning Learning Model, Group Investigation, Accounting Activities and Study Result of Accounting





Pendahuluan

            Pendidikan merupakan suatu cara untuk membenahi dan meningkatkan kemampuan berfikir seseorang dan kualitas setiap individu baik secara langsung maupun tidak langsung. Perkembangan dan perubahan pendidikan yang semakin maju menuntut lembaga pendidikan atau sekolah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih baik lagi, dimana tenaga pengajar atau guru dituntut untuk mengembangkan kemampuan dirinya dengan pengetahuan dan keterampilan.
1
Guru merupakan salah satu unsur di dalam proses belajar mengajar yang mempunyai peranan yang penting dan dianggap bertanggung jawab dalam keberhasilan proses pembelajaran. Pada dasarnya setiap guru menginginkan agar semua kompetensi yang terdapat dalam suatu bidang studi dapat tercapai pada setiap proses pembelajaran. Untuk itu guru harus mampu mengolah kelas dengan baik serta memilih dan menerapkan model pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi sehingga siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik dan hasil belajarnya semakin maksimal.
            Namun kenyataannya, dalam proses pembelajaran yang berlangsung disekolah masih cenderung berorientasi pada guru (teacher oriented). Hal tersebut mengakibatkan siswa kurang diberi kesempatan untuk mandiri dan berkembang melalui penemuan dan proses berfikirnya, sehingga sering mejadi bosan, kurang dapat menyerap materi yang diberikan oleh guru, dan menganggap akuntansi merupakan pelajaran yang sulit karena berhubungan dengan dengan angka-angka yang harus menuntut ketelitian, pemahaman, dan daya ingat yang lebih tajam.
Keadaan tersebut berdampak buruk terhadap hasil belajar akuntansi siswa yang kurang memuaskan. Penulis menduga keadaan tersebut disebabkan oleh model pembelajaran yang digunakan belum efektif dan cenderung menggunakan model pembelajaran konvensional sehingga siswa pasif dalam ruangan sehingga kurang memahami materi yang disampaikan.
Oleh sebab itu, dalam meningkatkan kualitas pembelajaran salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan inovasi pembelajaran, yaitu dengan menciptakan suatu proses belajar mengajar yang lebih menarik, menggembirakan, dan mudah dipahami. Guru dapat memilih berbagai alternatif dalam usaha perbaikan pembelajaran. Salah satu alternatif yang dapat dipilih oleh guru adalah dengan memanfaatkan model pembelajaran koperatif yang dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa. Seorang guru sebaiknya mampu memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didiknya.
Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah penerapan kolaborasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Group Investigation (GI). Kolaborasi merupakan kerjasama antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Group Investigation (GI) yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan seluruh siswa agar berperan aktif.
Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Siswa diberikan permasalahan pada awal pelaksanaan pembelajaran oleh guru, selanjutnya selama pelaksanaan pembelajaran siswa memecahkan masalah yang pada akhirnya mengintegrasikan pengetahuan dalam bentuk laporan.
Sedangkan model pembelajaran Group Investigation merupakan konsep belajar yang dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir. Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran akan memeberi peluang kepada siswa untuk lebih mempertajam gagasan. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 5-6 orang secara heterogen. Kelompok disini dapat dibentuk dengan mempertimbangkan keakraban persahabatan atau minat yang sama dalam topik tertentu. Selanjutnya siswa memilih topik untuk diselidiki, dan melakukan penyelidikan yang mendalam atas topik yang dipilih dan mempresentasikan laporannya kepada seluruh kelas. Adanya interaksi sesama teman dalam kelompoknya memberi kesempatan bagi siswa untuk mengeluarkan pendapatnya dalam memecahkan permasalahan yang diberikan guru, sehingga dapat meningkatan hasil belajar siswa.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dan Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas belajar akuntansi siswa kelas XI AK 1 SMK Negeri 1 Doloksanggul. Apakah dengan menerapkan Problem Based Learning dan Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI AK 1 SMK Negeri 1 Doloksanggul. Apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar akuntansi antar siklus.
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI AK 1 SMK Negeri 1 Doloksanggul dengan menerapkan kolaborasi model pembelajaran Problem Based Learning dan Group Investigation.  Manfaat penelitian adalah hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah wawasan, pengalaman dan pengetahuan penulis. Sebagai bahan pertimbangan dan masukan untuk sekolah pada umumnya dan guru pada khususnya dalam menggunakan model pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Sebagai referensi dan masukan civitas akademik UNIMED khususnya jurusan pendidikan ekonomi.

Metode
            Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Doloksanggul. Waktu penelitian ini adalah pada semester ganjil Tahun Pembelajaran 2013/2014, dilaksanakan pada bulan Juli 2013. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI AK 1 yang berjumlah 37 orang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau classroom action research yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari penetapan fokus masalah penelitian, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan interpretasi, analisis dan refleksi.
            Siklus pertama dimulai dengan melakukan pretest terhadap siswa yang bertujuan untuk mengukur kemampuan awal siswa sebelum materi disampaikan. Kemudian guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok, dan setiap kelompok terdiri dari 6 peserta didik. Guru dan peserta didik bersama menyusun prosedur pembelajaran yang terkait dengan permasalahan yang akan dibahas oleh peserta didik. Kemudian setiap kelompok membahas permasalahan yang diberikan oleh guru. Hasil diskusi dipresentasikan oleh setiap kelompok. Kemudian guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Hasil siklus pertama dievaluasi dan dibuat refleksinya untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan. Hasil refleksi digunakan untuk merencanakan tahap lanjutan pada siklus kedua.
Siklus kedua dimulai dengan perencanaan yaitu memberikan setiap kelompok permasalahan yang akan dibahas peserta didik. Setiap kelompok menganalisis soal yang telah diberikan oleh guru, memberikan tanggapan dan menemukan penyelesaian soal tersebut. Guru mengawasi jalannya diskusi dan memberikan arahan jika ada kelompok yang kurang mengerti. Setelah selesai mengerjakan soal tersebut, guru menyuruh salah satu anggota dari setiap kelompok untuk mengerjakan hasil diskusi mereka di papan tulis. Diakhir pertemuan diadakan posttest untuk menilai ketercapaian hasil belajar siswa. Pada siklus ini guru lebih banyak memberikan permasalahan yang akan dibahas oleh peserta didik, sehingga pengetahuan mereka semakin berkembang.
Instrumen-instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a.    Instrumen untuk menilai aktivitas siswa menggunakan lembar penilaian aktivitas.
b.    Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar berbentuk essay test.

Hasil dan Pembahasan
            Penelitian Tindakan Kelas ini menerapkan kolaborasi model pembelajaran Problem Based Learning  dan Group Investigation untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI AK 1 SMK Negeri 1 Doloksanggul. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan dan pada setiap akhir siklus diberikan post-test untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Masing-masing siklus dilakukan pengukuran terhadap aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Adapun hasil dari penelitian:

1. 1.     Aktivitas Belajar
Berdasarkan kriteria penilaian aktivitas, seorang siswa dikatakan aktif belajar jika skor aktivitas yang diperolehnya sebesar ≥ 23. Kelas dinyatakan telah aktif apabila persentase keaktifan kelas mencapai 75%. Persentase aktivitas belajar secara klasikal pada siklus I belum mencapai ketuntasan klasikal untuk aktivitas belajar karena hanya mencapai 29,73%, sedangkan kelas dinyatakan telah aktif jika 75% dari jumlah siswa telah aktif  (Skor Penilaian Aktivitasnya minimal 23).
Berdasarkan hasil observasi siklus II, diketahui bahwa keaktifan kelas tersebut mencapai 81,08%. Oleh karena itu, ketuntasan klasikal untuk aktivitas telah terpenuhi. Peningkatan sebesar 51,35% dari siklus I ke siklus II

1. 2.     Hasil Belajar
Untuk hasil belajar siswa, pada siklus I diperoleh sebesar 37,84% atau 14 siswa yang mencapai KKM yang berarti belum mencapai indikator keberhasilan yaitu 75% sehingga penelitian berlanjut ke siklus II.
Oleh sebab itu, perlu dilakukan siklus II. Pada siklus II terdapat peningkatan yang cukup signifikan yaitu hasil belajar yang diperoleh menjadi sebesar 81,08% atau 30 siswa yang mencapai KKM yang berarti telah melampaui indikator keberhasilan yaitu 75%, jadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 43,24%.

1. 3.     Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar Antar Siklus
Ada perbedaan yang signifikan antara siklus I dan siklus II, hal ini dapat terlihat dari uji-t yang dilakukan. Dimana dari hasil perhitungan diperoleh t(hitung) = 13,07 dan t(tabel) = 2,028. Dengan membandingkan t(hitung) dan t(tabel) diperoleh t(hitung) >  t(tabel) yaitu 13,07 > 2,028 sehingga perbandingan belajar akuntansi siswa kelas XI AK 1 SMK Negei 1 Doloksanggul T.P 2013/2014 pada posttest siklus I dengan posttest siklus II adalah signifikan dan positif dengan kata lain hipotesis 3 diterima.

Kesimpulan
            Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan yaitu Penerapan kolaborasi model pembelajara Problem Based Learning dan Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Hal ini terlihat dari tingkat kerjasama dan keaktifan siswa yang mengalami peningkatan. Dimana aktivitas siswa pada siklus I hanya rata-rata 29,73% yang berarti belum mencapai indikator keberhasilan senilai 75% sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II menjadi 81,08% pada siklus II yang berarti telah melampaui indikator keberhasilan 75%. Peningkatan sebesar 51,35% dari siklus I ke siklus II.
Penerapan kolaborasi model pembelajaran Problem Based Learning dan Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi siswa. Hal ini dapat dilihat pada siklus I hasil belajar yang diperoleh sebesar 37,84% atau 14 siswa yang mencapai KKM yang berarti belum mencapai indikator keberhasilan yaitu 75% sehingga penelitian berlanjut ke siklus II. Kemudian pada siklus II terdapat peningkatan yang cukup signifikan yaitu hasil belajar yang diperoleh menjadi sebesar 81,08% atau 30 siswa yang mencapai KKM yang berarti telah melampaui indikator keberhasilan yaitu 75%, jadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 43,24%.
Ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siklus I dan siklus II, hal ini dapat terlihat dari uji-t yang dilakukan. Dimana dari hasil perhitungan uji t diperoleh t(hitung) = 13,07 dan t(tabel) = 2,028. Dengan membandingkan t(hitung) dan t(tabel) diperoleh t(hitung) > t(tabel) yaitu 13,07 > 2,028 sehingga ada perbedaan peningkatan hasil belajar akuntansi siswa.

Daftar Pustaka
Amir, M. Taufiq, 2009. Inovasi Pendidikan melalui Problem Based Learning: Bagaimana Pendidik Memberdayakan Pelajaran di Era Pengetahuan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Aqib, Zainal, dkk. 2011. Penelitian Tindakan Kelas: Untuk Guru SD, SLB dan TK. Bandung: CV. YRAMA WIDYA.
Arikunto, dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.
Diedrich. (2011). dalam Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. (hal.101)  Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
Eggen, Kaunchak. (2006). dalam  Hobri dan Susanto. Penerapan Pendekatan Cooperative Learning Model Group Investigation untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas III SLTPN 8 Jember Tentang Volume Tabung. Jurnal Pendidikan Dasar, Vol. 7, No. 2, 2006:74-83. 
Riyanto, Yatim. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafika
Sanjaya, Wina. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standart Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana.
Sharan. (2006). dalam  Hobri dan Susanto. Penerapan Pendekatan Cooperative Learning Model Group Investigation untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas III SLTPN 8 Jember Tentang Volume Tabung. Jurnal Pendidikan Dasar, Vol. 7, No. 2, 2006:74-83.
Sharan. (2009). dalam Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif.  (hal. 80) Jakarta: Kencana Persada Media Group.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar