Senin, 17 Maret 2014

Cerminan Kesetiaan - Tokoh SIMON PETRUS



Kesetiaan adalah tindakan!. itulah bukti bahwa seseorang yang setia, tindakannya melebihi kata-katanya. Dalam postingan kali ini sobat, aku mencoba membagikan apa yang aku pahami dari bahan bacaan kitab Matius 26:30-35 yang bercerita tentang "Petrus Menyangkal Yesus"

“Yang terpenting bukanlah orang yang pertama yang ada dalam hidup kita, tetapi adalah orang yang masih tetap setia sampai detik terakhir kehidupan kita”, demikianlah perkataan sebuah pepatah bijak yang menceritakan tentang arti kesetiaan. Simon yang juga diberi nama Petrus, adalah murid pertama  yang ditetapkan Yesus untuk memberitakan injil. Dalam kitab injil Matius sampai Lukas jelas dituliskan bahwa nama Simon Petruslah yang pertama disebutkan dalam Pengutusan kedua belas rasul. Disamping itu juga, Simon Petrus adalah murid Yesus yang pertama yang dengan lantang, berani mengatakan "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:16).

Tetapi, ketika kita membaca lebih jauh lagi dari kitab Matius sampai Lukas yang menjelaskan mulai dari Peristiwa Kelahiran Yesus sampai dengan Peristiwa Kebangkitan Yesus, keadaan (sikap Simon Petrus) justru berbanding terbalik dengan kondisi iman mula2nya. Pemilihan Petrus dan sikap imannya tak lantas  menjamin bahwa ia adalah seorang murid yang setia dalam mengikut Yesus sampai akhir keberadaan Yesus di dunia. Ketika banyak orang yang bertanya kepadanya di masa-masa penghakiman Yesus, “Apakah kau adalah pengikut Yesus?”,  ia justru menyangkal orang banyak tersebut bahkan sampai bersumpah bahwa ia tidak mengenal-Nya, bahkan sampai tiga kali. 

Sikap iman Petrus ini kembali mengingatkan kita, tentang arti kesetiaan seorang hamba (Dibaca: Murid). Hamba yang tidak hanya setia diawal saja tetapi menyangkal-Nya pada akhirnya. Hamba yang tidak hanya mengaku dengan bibir saja "Aku mengasihi Yesus", "Aku adalah Kristen yang merupakan pengikut Kristus dan pewaris kerajaan surga",  tetapi menolak salib yang dipikul-Nya. Bukan hanya karya kata, tetapi karya nyata; bukan dengan iman saja tetapi  turut dengan perbuatan, itulah sejatinya yang terpenting dari sebuah iman. Hingga pada akhirnya, orang yang setia menyaksikan imannya dengan perbuatan nyata, ialah yang akan menjadi pewaris kerajaan surga dan pantas menyandang gelar murid-Nya. "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan" ,Wahyu 2:10b.

Mari sobat, tetap setia berkarya dalam hidup kita; tetap setia melakukan pelayanan (baca: tanggung jawab) kita; tetap setia mengusahakan talenta yang kita punya agar kelak berbuah dan berbuah. Besarlah upah yang kita terima!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar